Jl. Jenderal Achmad Yani No. 39 Sengkang 90914 dinkes@wajokab.go.id dinkeswajo@yahoo.com 0485 - 21038

Wakil Bupati Wajo Jadi Pembicara Pada Webinar Oleh Save The Children

Rabu, 27 Jul 2022, 07:30:06 WITA (897 kali dibaca)

Wakil Bupati Wajo Jadi Pembicara Pada Webinar Oleh Save The Children

Wakil Bupati Wajo, Amran memaparkan Kebijakan dan Strategi Pemerintah Kabupaten Wajo dalam Perlindungan Anak pada webinar Nasional Peran Anak, Masyarakat dan Pemerintah dalam Melindungi dan Meningkatkan Resiliensi Anak.

Webinar ini digelar oleh Save The Children pada Selasa (26/07/2022) sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tahun 2022. Selain Amran, turut memberikan materi pada webinar ini Dewan Penasihat Anak & Orang Muda (CYAN) Save the Children, Eureka, Ketua Perlindungan Anak terpadu berbasis Masyarakat ( PATBM) Harapan, Desa Lompoloang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Rosmawati dan Relawan Ayah Sejati & Ketua Kelompok Peduli Anak, Nicodemus Tamo Ana Nono.

Amran  mengawali pemaparannya dengan menggambarkan profil Kabupaten Wajo, mulai dari letak, luas wilayah, jumlah penduduk, profil anak Wajo dan lainnya. "Setidaknya ada 5 permasalahan anak di Kabupaten Wajo, yaitu perkawinan usia anak, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, penelantaran dan pekerja anak," ucap Amran pada kegiatan yang dipimpin oleh moderator Cocci Labertinsan Matanari dan Zaldy Zulkifli ini.

Olehnya itu, lanjut Amran, kita mengoptimalkan 4 pilar pembangunan anak. Di dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak diatur peran 4 pilar pembangunan anak yang terdiri dari Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha dan Media Massa.

"Peran pemerintah melalui kebijakan dan penganggarannya, sementara peran masyarakat dilakukan oleh orang perseorangan, lembaga perlindungan anak, lembaga kesejahteraan sosial, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, media massa, dan dunia usaha," ucap Amran.
Adapun peran media massa dilakukan melalui penyebarluasan informasi dan materi edukasi
 yang bermanfaat dari aspek sosial, budaya, pendidikan, agama, dan kesehatan Anak dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.

"Begitu juga peran dunia usaha dilakukan melalui kebijakan perusahaan yang berperspektif anak, produk yang ditujukan untuk anak harus aman bagi anak serta berkontribusi dalam pemenuhan hak anak melalui tanggung jawab sosial perusahaan," bebernya.
Amran juga menjelaskan bahwa beberapa hal yang sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Wajo diantaranya dengan mendorong tumbuhnya komunitas peduli anak seperti SATRIA (Say No To Perkawinan Anak), memperkuat kelembagaan desa seperti PATBM dan lembaga lainnya, menyiapkan ruang bermain anak serta berkolaborasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan lainnya.

Amran juga mencontohkan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Save the Children bersama mitranya Yayasan WadjoTahun 2020 hingga sekarang melalui Program Perlindungan Anak di sektor kakao untuk pengurangan pekerja anak. 

"Pemerintah dan Save the Children juga  berupaya mendorong pelibatan masyarakat untuk berperan lewat pembentukan PATBM di tingkat desa dengan melibatkan berbagai stakeholder, mengedukasi warga tentang perlindungan anak termasuk pekerja anak, mengembangkan alur pelaporan dan mengembangkan Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja anak.Juga Program Respon Covid 19 di sector pendidikan untuk mendukung anak-anak tetap belajar di masa pendemi," ucapnya.

Amran berharap dengan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak, khususnya  4 pilar pembangunan anak, permasalahan anak di Kabupaten Wajo bisa teratasi.