Jl. Jenderal Achmad Yani No. 39 Sengkang 90914 dinkes@wajokab.go.id dinkeswajo@yahoo.com 0485 - 21038

Bendungan Paselloreng Bisa Dukung Sulsel Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Jumat, 10 Sep 2021, 07:34:00 WITA (343 kali dibaca)

Bendungan Paselloreng Bisa Dukung Sulsel Menjadi Lumbung Pangan Nasional

WAJO - Momen yang dinanti-nanti itu akhirnya terwujud juga. Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (9/9/2021).

 

Sebelum ke lokasi Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng, Jokowi terlebih dahulu meninjau lokasi vaksinasi Covid-19 massal di SMA Negeri 3 Sengkang. Kemudian, dilanjutkan meninjau vaksinasi di Puskesmas Wewangrewu.

 

Baru setelah itu Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan didampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Wajo, Amran Mahmud, menuju ke Kecamatan Gilireng untuk meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng.

 

Rombongan Presiden Jokowi disambut antusias oleh masyarakat, khususnya di kompleks bendungan. Bahkan berbagai organisasi masyarakat turut menjemput, meski sekadar melambaikan tangan.

 

Bendungan yang dibangun sejak 2015 dan telah dilengkapi dengan bendung irigasi itu, diyakini akan mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional.

 

"Bendungan Paselloreng ini menelan biaya Rp771 miliar dan sudah dilengkapi dengan Bendung Irigasi Gilireng yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian berlangsung.

 

Presiden Jokowi juga menjelaskan, Bendungan Paselloreng merupakan bendungan dengan kapasitas daya tampung yang cukup besar hingga 138 juta meter kubik dan luas genangan sebesar 1.258 hektare. Dengan daya tampung tersebut, Bendungan Paselloreng diyakini akan mampu mengairi 8.500 hektare sawah dan meningkatkan frekuensi tanam para petani sekitar.

 

"Kita harapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin 1 bisa jadi 3 atau 2 sehingga meningkatkan produktivitas lahan serta akhirnya bisa kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani," imbuhnya.

 

Selain itu, Bendungan Paselloreng juga dinilai akan memberikan manfaat lain bagi masyarakat sekitar bendungan. Mulai dari ketahanan air, reduksi banjir Sungai Gilireng sebesar 489 meter per detik, dan menyediakan air baku 145 liter per detik bagi enam kecamatan di Wajo. 

 

"Juga berfungsi tentu saja untuk daerah konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi masyarakat," ucap Presiden Jokowi.

 

Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen menyediakan suplai air secara berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu komitmen pemerintah diwujudkan dengan menyelesaikan 17 bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia hingga Desember nanti.

 

"Kita harapkan dengan bendungan-bendungan yang ada ini sekali lagi ketahanan pangan kita akan bisa kita perkuat dan kita tingkatkan," ungkapnya.

 

Juga turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam peresmian ini adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras. (*)